Sinar panas Archimedes ( Heat Ray ) mitos atau kenyataan?



Archimedes mungkin telah menggunakan cermin untuk  bertindak secara kolektif sebagai reflektor parabola untuk membakar kapal yang hendak menyerang kota  Syracuse.

 

pada abad ke-2  sesesudah masehi  seorang penulis buku yang bernama Lucian menulis bahwa selama Pengepungan kota Syracuse (c. 214-212 SM), Archimedes menghancurkan kapal musuh dengan pantulan lensa yang menyebabkan terjadinya api.  Berabad-abad kemudian, Anthemius dari Tralles menyebutkan pembakaran-gelas sebagai senjata Archimedes . Perangkat ini, kadang-kadang disebut “Archimedes heat ray” ( Sinar Panas Archimides ).  Digunakan untuk memfokuskan sinar matahari mendekati kapal, dan  membuatnya  terbakar.

 

Sejak zaman Renaissance ( zaman kebangkitan terhadap ilmu pengetahuan ),  senjata ini diklaim telah menjadi subyek perdebatan tentang sebuah kredibilitas . René Descartes menolaknya sebagai palsu, sedangkan para peneliti modern telah berusaha untuk menciptakan efek dengan menggunakan sarana yang  tersedia pada zaman Archimedes. Ia telah mengemukakan bahwa susunan  yang besar dari perunggu yang dipoles  perisai tembaga dan bertindak sebagai cermin,  telah digunakan untuk memfokuskan sinar matahari ke kapal lawan.  Digunakannya prinsip reflektor parabola dengan cara yang mirip dengan tungku matahari  atau Solar Furnace (suatu struktur yang digunakan untuk memanfaatkan sinar matahari untuk menghasilkan suhu yang tinggi, biasanya untuk industri.  Hal ini dicapai dengan menggunakan cermin melengkung (atau array cermin) yang bertindak sebagai reflektor parabola, berkonsentrasi cahaya (isolasi) ke titik fokus. Suhu pada titik fokus dapat mencapai 3500 ° C (6330 ° F), dan panas ini dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, melelehkan baja, membuat bahan bakar hidrogen atau nanomaterials.. )

 

Sebuah tes dari sinar panas Archimedes dilakukan pada tahun 1973 oleh ilmuwan Yunani Ioannis Sakkas. Penelitian berlangsung di pangkalan angkatan laut di luar Skaramagas Athena. Pada kesempatan ini  dengan 70 cermin digunakan, masing-masing dilapisi dengan  tembaga dan ukuran sekitar lima atau tiga kaki. Cermin itu diarahkan pada kayu lapis mock-up, yaitu  sebuah kapal perang Romawi pada jarak sekitar 160 kaki (50 m). Ketika cermin itu difokuskan secara akurat,  kapal  itu meledak menjadi kobaran api dalam beberapa detik.  Kapal kayu memiliki lapisan cat aspal, yang mungkin membantu pembakaran.

 

Pada bulan Oktober 2005 sekelompok mahasiswa dari Massachusetts Institute of Technology melakukan percobaan dengan ubin cermin berukuran 30 cm persegi,  difokuskan pada sebuah kapal kayu mock-up dari jarak sekitar 100 kaki (30 m).ketika cermin diarahkan  kebakaran terjadi pada tambalan kapal, tetapi hanya setelah langit sudah tak berawan dan kapal tetap diam untuk sekitar sepuluh menit. Dapat disimpulkan bahwa perangkat senjata layak ini efektif  pada kondisi langit sudah tak berawan dan kapal tetap diam untuk sekitar sepuluh menit . Kelompok MIT mengulangi percobaan dan kali ini disiarkan untuk acara televisi  berjudul  MythBusters, menggunakan kapal nelayan kayu di San Francisco sebagai target. Sekali lagi beberapa kehangusan  terjadi, bersama dengan sejumlah kecil api. Untuk terbakar, kayu perlu mencapai titik flash, yaitu sekitar 300 derajat Celsius (570 ° F).

 

Ketika MythBusters menyiarkan hasil eksperimen San Francisco pada Januari 2006, klaim itu ditempatkan dalam kategori “rusak” (atau gagal) karena lamanya waktu dan kondisi cuaca yang ideal yang diperlukan untuk pembakaran terjadi.  Ini juga menunjukkan bahwa sejak Syracuse menghadapi laut ke arah timur, armada Romawi  diharuskan menyerang selama pagi untuk mengumpulkan cahaya yang optimal dari cermin. MythBusters juga menunjukkan bahwa senjata konvensional, seperti panah berapi atau ketapel, akan merupakan cara yang jauh lebih mudah untuk pengaturan kapal terbakar pada jarak pendek.

 

Menarik menyimak kisah tentang Sinar panas Archimedes  diatas, dikarenakan  orang – orang tersebut tidak begitu saja percaya akan mitos tersebut, hal tersebut bisa di artikan bahwa mereka pun perlu pembuktian apakah ini fakta atau sekedar mitos,. Dengan menjunjung tinggi kebenaran mereka membuktikan bahwa kisah diatas belum bisa diktakan fakta, karena dari hasil percobaan mereka tidak mendukung untuk terjadinya proses yang sudah lama di percaya sebagai senjata Archimides untuk menghadapi armada pasukan  Romawi.



Categories: Uncategorized | Leave a comment

Kisah Perjalanan Nenek Moyang Manusia




Gen – gen orang – orang saat ini mengisahkan pengembaraan para leluhur kita.

Seorang anak onge (kiri) dan anak lain yang mirip dengannya, dari kepulauan Andaman di lepas pantai Myanmar, memiliki beberapa variasi genetis tertua yang ditemukan di luar Afrika  –  Bukti bahwa Homo sapiens atau manusia modern bergerak dari Afrika ke Timur selama 70.000 taun lalu, memunculkan wajah dan ras baru.



Setiap orang menyukai cerita bagus, dan inilah kisah terbesar yang pernah di tuturkan.   Awalnya adalah Afrika , dari sekelompok orang yang mencari makan di hutan, mungkin berjumlah beberapa ratus orang. Hingga berakhir sekitar 200.000 tahun kemudian dengan enam setengah miliar keturunannya yang menyebar di seluruh Bumi, hidup dalam damai atau perang,  yang percaya ribuan dewa dan yang tidak sama sekali,  ada yang masih ditemani cahaya api unggun,  ada pula yang akrab dengan pendaran cahaya layar computer.



Siapakah mereka yang menjadi orang – orang modern ( Homo Sapiens ) pertama ?  apa yang mendorong sekelompok dari mereka meninggalkan benua asalnya  sedikitnya 500.000 tahun silam dan berekpansi ke Eurasia, Asia dan Amerika ? apakah mereka kawin campur dengan para anggota keluarga manusia yang lebih dulu ada sepanjang perjalanan ?  Kapan dan bagaimana manusia pertama mencapai Indonesia ?



Ringkasnya, dari mana kita semua berasal ?   Bagaimana   kita ada di tempat ini sekarang?



Selama berpuluh – puluh tahun petunjuk satu – satunya adalah sedikit tulang belulang terpencar pencar dan artefak – artefak para leluhur kita yang di tinggalkan dalam pengembaraan mereka. Selama 20 tahun  terakhir para ilmuan telah menemukan sebuah catatan tentang migrasi – migrasi purba dalam DNA  orang- orang yang masih hidup. “Setiap tetes darah manusia berisi buku sejarah yang ditulis dalam bahasa genetika kita.”  Ujar Spencer Wells, pakar populasi dan kepala Genographic Project untuk National Geographic Society.



Kode- kode genetika manusia atau Genom, adalah 99,9 persen identik di seluruh dunia.    Selebihnya ialah DNA yang bertanggung jawab terhadap perbedaan individual kita, contohnya : warna mata atau resiko penyakit.



begitu pula sebagian DNA yang belum teridentifikasi sama sekali. Suatu ketika dalam perubahan genetika yang langka, mutasi acak dan tidak berbahaya dapat terjadi dalam salah satu DNA yang belum teridentifikasi ini, yang kemudian diwariskan ke semua keturunan orang itu. Pada generasi – generasi berikutnya ditemukan bahwa mutasi yang sama atau pemetaan dalam DNA dua orang, menunjukan bahwa mereka memiliki leluhur yang sama.



Pada sebagian besar genom, perubahan – perubahan dalam waktu singkat ini dikaburkan oleh penyusunan kembali genetika yang terjadi setiap kali DNA seorang ibu dan ayah berpadu untuk membuat anak. Untunglah Mutusi – mutasi ini yang memberi petunjuk terlindungi. Salah satunya disebut DNA mitokondrian (mtDNA) yang diteruskan utuh dari ibu ke anak. Dan sebagian kromosom Y, yang menentukan laki-laki berpindah utuh dari ayah ke anak laki – laki.



Mutasi yang diakumulasikan dalam mtDNA anda dan kromosom Y ( untuk laki – laki ) Anda hanyalah laksana dua benang dalam permadani luas orang- orang yang memberi kontribusi terhadap genom anda.



PadaPertengahan 1980 –an almarhum Alan Wilson dan rekan – rekan di University of California, Berkeley,  menggunakan mtDNA untuk mengidentifikasi tempat asal nenek moyang umat manusia. Mereka membandingkan mtDNA dari wanita – wanita di seluruh dunia dan menemukan bahwa wanita – wanita keturunan Afrika menunjukan keanekaragaman dua kali lebih banyak daripada kaum wanita lain. Karena mutasi – mutasi yang memberi petunjuk kelihatan muncul pada peringkat yang tetap, manusia – manusia modern tentunya pernah hidup di Afrika dua kali lebih lama dari pada di tempat lain. Para ilmuan sekarang memperkirakan bahwa  semua manusia yang hidup berhubungan dengan seorang wanita tunggal yang tinggal sekitar 150.000 tahun  lampau di Afrika atau “ Hawa mitokondrian.” Ia bukan satu satunya wanita yang hidup pada masa itu, tetapi jika para pakar genetika benar, semua umat manusia  terkait dengan Hawa melalui rantai para ibu yang tidak terpatahkan.



Hawa mitokondria segera bergabung dengan “Adam kromosom Y.” seorang ayah yang sama fungsinya bagi kita semua, juga dari Afrika. Studi – studi DNA yang secara meningkat menjadi lebih  baik telah menegaskan bagian pembukaan cerita kita ini lagi dan lagi : semua bentuk dan warna kulit yang bervariasi dari orang orang di Bumi mengikuti jejak  garis keturunan mereka yakni orang – orang Afrika yang mencari makanan dari hutan.



Melihat lebih dekat pemetaan DNA di Afrika, para ilmuwan mungkin telah mendapatkan jejak – jejak populasi – populasi yang ditemukan tersebut. Pemetaan – pemetaan DNA nenek moyang ditemukan paling sering di antara orang – orang San dari Afrika bagian tengah, demikian juga pada beberapa suku Afrika Timur. Orang – orang San dan dua suku Afrika Timur juga berbicara bahasa – bahasa yang menampilkan sebuah daftar suara suara unik, termasuk konsonan klik.   Barangkali orang – orang yang tersebar luas ini menjadi saksi terhadap ekspansi para leluhur kita terdahulu di alam  Afrika, laksana riak – riak air yang terhambur dari batu kerikil yang dijatuhkan ke sebuah kolam.



 APA YANG TERLIHAT NYATA sekarang adalah, ketika secara mengagumkan – mungkin 50.000 hingga 70.000 tahun silam , suatu gelombang kecil dari Afrika menuju pantai – pantai Asia bagian barat. Semua orang non- Afrika saat  ini memiliki pemetaan yang dibawa oleh emigran pertama itu, yang mungkin hanya berjumlah seribu orang.

Berwarna warni sedari Mula



Keanekaragaman genetika yang paling luas ada di Afrika (titik warna – warni pada peta) menunjukan Afrika sebagai tempat tinggal paling awal manusia modern. Hanya segelintir dari keanekaragaman itu yang keluar dari Afrika  (tengah),  dan bermukim di daratan lain (kanan). “ Susunan genetika seluruh dunia merupakan bagian dari Afrika,” ujar Kenneth Kidd, pakar genetika





Beberapa Arkeolog manganggap migrasi keluar Afrika manandai sebuah revolusi dalam perilaku yang juga mencakup alat – alat lebih canggih, jaringan sosial lebih luas, dan seni serta hiasan tubuh yang pertama. Barangkali beberapa macam mutasi neurologis telah mengantar munculnya bahasa lisan dan membuat para leluhur kita sangat modern, menempatkan sekelompok kecil dari mereka pada jalur penjelajahan dunia. Tetapi ilmuwan lain menilai, alat – alat yang ditempa dengan halus dan jejak – jejak perilaku modern lain tersebar di beberapa tempat berbeda di Afrika, jauh sebelum langkah pertama keluar benua itu. “ ini bukan ‘revolusi’ jika makan waktu 200.000 tahun , “ kata Alison Brooks dari George Washington University.



Apapun alat dan keterampilan kognotif yang dibawa para emigrant,  dua jalur tersedia menuju Asia. Yang satu mengarah ke atas Lembah Sungai Nil , melintasi semenanjung lalu keutara menuju Levant.



Namun jalur yang satunya juga mengundang untuk di jelajah. Tujuh puluh ribu tahun silam Bumi memasuki zaman es terakhir. Dan permukaan laut menjadi lebih rendah ketika air tertahan dalam gletser.



Pada bagian tersempit, muara Laut merah diantara tanduk Afrika dan Arabia akan berjarak beberapa kilometer. Menggunakan perahu primitif,  manusia modern dapat menyeberang laut untuk pertama kalinya.



Setelah berada di Asia, bukti genetis memperkirakan populasi terpecah. Satu kelompok tinggal sementara di Timur Tengah, sementara kelompok lain menyusuri pantai sekitar Semenanjung Arab, India, dan lebih jauh. Setiap generasi mungkin hanya bergerak lebih jauh beberapa kilometer.



Para pengembara telah mencapai Australia barat daya 45.000 tahun lalu, ketika seorang pria dimakamkan di sebuah lokasi yang disebut Lake Mungo.  Artefak yang tertutup bagian tanah di bawah  kuburan mungkin setua  50.000 tahun. bukti paling awal manusia modern yang berada jauh dari Afrika.



Tidak ada jejak fisik yang di tinggalkan sepanjang sekitar 13.000 kilometer dari Afrika ke Australia .  semua mungkin sudah lenyap saat air laut naik sesudah Zaman Es . namun jejak genetika berlangsung terus.  Beberapa kelompok pribumi pada kepulauan Andaman dekat Myanmar, di Malaysia dan di Papua Nugini, – begitu pula hampir semua orang Aborogin Australia – memiliki tanda garis keturunan mitokondria purba, sebuah jejak remah – remah roti genetika yang dijatuhkan emigrant terdahulu.



Orang – orang di seluruh Asia dan Eropa memiliki garis keturunan berbeda tetapi mtDNA dan kromosom Y purba yang setara. Akhirnya, barangkali 40.000 tahun silam, manusia modern bergerak menuju wilayah orang- orang Neandertal*. Penggalian arkeologis Neandertal dan artefak – artefak manusia modern di sebuah gua di Prancis menunjukan bahwa dua macam manusia itu telah bertemu.





Yang kita ketahui, manusia modern membuat alat – alat yang lebih canggih dan menyebar ke Eropa, dan membatasi pergerakan orang Neandertal , yang terus menerus tenggelam sehingga punah.

D

an para Ilmuwan telah lama memikirkan dan menyatakan bahwa manusia – manusia modern berasal dari Afrika karena disanalah mereka menemukan tulang tertua. Para pakar genetika sampai pada kesimpulan yang sama dengan melihat keanekaragaman genetis luas di Afrika, yang hanya dapat dimunculkan ketika DNA bermutasi sepanjang milenium



Sebagian besar paleoantropolog dan pakar genetika sepakat, manusia modern muncul 200.000 tahun lalu di Afrika.  Fosil pertama ditemukan di Omo kibish, Ethiopia dan situs arkeologis di isreal menyimpan bukti paling awal.



paleoantropolog ( adalah studi manusia purba seperti yang ditemukan dalam bukti hominid fosil seperti tulang petrifacted  ( perubahan menjadi batu )  dan jejak kaki )

 

 



Data genetis menunjukan bahwa sekelompok kecil manusia modern meninggalkan Benua Afrika pada 70.000 hingga 50.000 tahun silam dan akhirnya mereka menggantikan semua jenis manusia terdahulu, seperti orang Neandertal.



Temuan dari Malakunanja dan fosil di Lake Mungo – menunjukan manusia modern mengikuti rute pantai sepanjang Asia selatan dan mencapai Australi 50.000 tahun lalu. Keturunan mereka, Ras Aborogin, tetap terisolasi secara genetis sampai sekarang.



Para paleoantropolog menyatakan bahwa penduduk Eropa datang dari Afrika Utara via Levant. Namun data genetis  menunjukan, orang Eurasia bagian barat mirip dengan orang di india. Migrasi dari Asia mungkin masuk sekitar 40.000 – 30.000 tahun silam.



Sekitar 40.000 tahun lalu,  manusia bergerak menuju Asia Tengah dan tiba di stepa di utara Himalaya. Pada saat yang sama, mereka pergi melalui Asia Tenggara dan Cina, dan tiba di Jepang dan Siberia. Data genetis menunjukan, mereka bermigrasi ke Amerika.



Belum disepakati, kapan tepatnya orang orang Indian pertama tiba di Amerika. Bukti genetis menunjukan, antara 20.000 – 15.000 tahun silam, ketika air laut rendah dan daratan menghubungkan Siberia ke Alaska. demi menghindari es, mereka lalu pindah ke pantai barat.



Selama berpuluh – puluh tahun diyakini, orang Indian Amerika pertama di perkirakan telah datang sekitar 13.000 tahun silam saat Zaman Es reda, membuka jalan melalui es yang menutupi Canada. Sejauh ini, bukti genetika tidak menjelaskan apakah Amerika Utara dan Selatan didiami melalui sebuah migrasi awal dan tunggal atau dua atau tiga gelombang migrasi berbeda, dan bukti genetika hanya memperkirakan cakupan kasar waktu, antara 20.000 hingga 15.000 tahun silam.



Dengan bermukimnya orang – orang pribumi Amerika, manusia – manusia modern telah menaklukan sebagian besar planet Bumi. Ketika para penjelajah memulai pelayaran  ratusan tahun silam, daratan – daratan yang mereka “temukan” sudah penuh orang. Perjumpaan – perjumpaan seringkali diwarnai kecurigaan atau kekerasan. Namun perjumpaan – perjumpaan itu sebenarnya reuni  keluarga yang berhubungan erat.

 

 



Penemuan – penemuan yang sudah di paparkan diatas belum tentu yang paling benar. Bisa jadi kedepannya akan ada revisi dan perubahan – perubahan seiring perkembangan  dalam ilmu pengetahuan. Hal ini sejalan dengan penjelasan dari Prof Dr. Quraisyihab bahwa sifat ilmu itu bergerak Berkembang. Jika dia stagnan maka itu bukan sifat dari ilmu.



Memahami Sejarah Lewat Sebuah Kromosom



Mutasi genetis bertindak sebagai peta untuk melacak pengembaraan.  Mutasi pertama yang diketahui keluar Afrika ialah M168, yang muncul 50.000 tahun lalu. Gambar ini memperlihatkan kromosom Y pria pribumi Amerika dengan berbagai mutasi M168, membuktikan keturunan Afrika.





Tujuan di ciptakan manusia dan tidak ada sebab lain :



51/56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.



2/30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Sumber : National Geographic, Wikipdia, Holy Quran.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Konon, Inilah Kriteria Orang Hidup Normal

Ada seorang Jurnalis dari Brazil memungut arti “Normal” dari penglihatannya. dia selalu membawa daftar ini dan menambahkan nya setiap waktu :

  1. Normal berarti hal apapun yang membuat kita lupa siapa kita dan apa yang kita inginkan; dengan begitu kita bisa bekerja untuk menghasilkan uang dan lebih banyak uang.
  2. Menetapkan aturan – aturan berperang ( Konvesi Jenewa )
  3. Menghabiskan bertahun – tahun untuk kuliah hanya dan jadi pengangguran pada akhirnya.
  4. Bekerja dari jam sembilan sampai jam lima setiap hari, melakukan pekerjaan yang sama sekali tidak mendatangkan kepuasaan, hanya supaya kau bisa pensiun setelah tiga puluh tahun.
  5. Pensiun dan sadar kau tidak punya energi lagi untuk menikmati hidup, lalu beberapa tahun kemudian meninggal karena bosan.
  6. Percaya bahwa kekuasaan lebih penting daripada uang dan uang lebih penting dari pada kebahagian.
  7. Mengejek orang yang lebih mencari kebahagiaan ketimbang uang dan menuduh mereka ” tidak punya ambisi “
  8. Membandingkan objek seperti mobil, rumah, dan pakaian, lalu merumuskan arti hidup sesuai pembandingan tersebut , bukannya berusaha  mencari tujuan sejati hidup ini.
  9. Tidak pernah berbicara dengan orang asing.  menceritakan hal – hal buruk para tetangga.
  10. Menikah, punya anak, dan mempertahankan pernikahan sekalipun cinta sudah lama mati dengan berdalih ini demi anak – anak ( yang rupanya tuli terhadapa pertengkaran yang sering terjadi ).
  11. Mengkritik semua orang yang berusaha jadi berbeda.
  12. Setiap hari terbangun setelah mendengar bunyi nyaring jam weker di meja samping tempat tidur.
  13. Mempercayai segala hal yang ada di media cetak.
  14. Memakai sepotong kain berwarna yang disebut  “Dasi” di sekeliling lehermu sekalipun benda itu tidak memiliki fungsi.
  15. Tidak pernah bertanya langsung ke tujuan, sekalipun lawan bicara bisa menebak apa yang ingin kau ketahui.
  16. Tetap tersenyum sekalipun tangisanmu hampir meluap. merasa kasihan pada orang – orang yang menunujukan perasaan mereka.
  17. percaya bahwa karya seni bisa sangat berharga atau tidak berharga sama sekali.
  18. Membenci segala sesuatu yang bisa diraih dengan gampang, karena jika tidak ada pengorbanan pasti hal itu tidak layak di miliki.
  19. Mengikuti tren fashion sekalipun tren itu konyol atau tidak nyaman.
  20. Percaya bahwa semua orang terkenal pasti punya tabungan dalam jumlah luar biasa besar.
  21. Menginvestasikan banyak waktu dan uang untuk kecantikan luar, sama sekali tidak peduli dengan kecantikan batin
  22. Menggunkan segala cara untuk menunjukan bahwa sekalipun kau menusia biasa, kau jauh melebihi manusia lain.
  23. Tidak pernah melakukan kontak mata dengan siapa pun dalam kendaraan umum, takut kalau itu diartikan sebagai isyarat rayuan.
  24. Berdiri manghalangi pintu lift sambil berlagak seakan kau satu – satunya orang disitu salipun lift itu penuh sesak.
  25. tidak pernah tertawa terlalu keras di restoran sekalipun itu leluconnya sangat lucu.
  26. Di bekahan bumi selatan, mendekorasi pohon natal dengan salju sekalipun musim dingin sama sekali tidak ada hubungannnya dengan kelahiran isa almasih.
  27. ketika tumbuh dewasa, beranggapan bahwa kaulah makhluk paling bijaksana di seluruh dunia, sekalipun kau belum hidup cukup lama  untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah
  28. Menghadiri pesta minum teh untuk penggalangan dana sosial dan beranggapan kau sudah ikut berperan serta menanggulangi ketimpangan sosial didunia ini.
  29. Makan tiga kali sehari sekalipun kau tidak lapar.   ( di kawasan Bogor, yang di kepung perumahan elit masih ada seorang kakak yang makan 2 kali sehari karena rela jatahnya di bagi untuk adik – adiknya )
  30. Menggunkan mobilmu sebagai senjata dan tameng yang tidak bisa di tembus.
  31. Mengucapkan kata – kata kotor ketika macet total.
  32. beranggapan bahwa perbuatan salah anakmu adalah akibat pengaruh teman – temannya.
  33. Menikahi orang pertama yang bisa menwarkan posisi sosial yang layak.  Cinta bisa Menunggu.
  34. Menunda – nunda melakukan hal – hal yang benar – benar menarik dalam hidup sampai kau tidak lagi punya energi untuk melakukannya.
  35. Yakin benar terhadap apapun yang sudah kau raih.
  36. Menyalahkan pemerintah untuk semua hal buruk yang terjadi.
  37. Mengira bahwa menjadi orang baik, bermoral, dan terhormat hanya akan membuat orang lain menganggapmu lemah,rapuh, dan mudah dimanipulasi.
  38. Menganggap sikap kasar dan senang menyerang sebagai tanda “keperibadian yang kuat”

Dari poin – poin dia atas , Boleh setuju boleh juga tidak. itu semua berpaling kepada diri kita masing – masing. karena kita sudah diberikan akal oleh Sang maha pencipta untuk digunakan sebaik – baiknya.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

I will bring you Home, Sarah

 

In 1810, Sarah Bartman from Hottenthot tribe ,persuaded  wander into English to become a singer. 20-year-old woman from South Africa was brought by two “protector” there. But they also threw him to the Piccadily Circus as good a spectacle. Sarah was included as a strange creature. Four years later, young women are sold to an animal trainer in France.

 

 

 

 

In France, she suffered the same fate as bad. Either he was just a spectacle or forced to do more contemptible treatment, the women who are homesick, died in 1815. His body was not in the grave, but was saved by a scientist in the Napoleonic period. the Bones was taken. Brain and genitals preserved in formalin. Then all display in paris museums with the label half-human half-animal.

 

 

 

 

 

A poet from Cape Town, South Africa, Diana Ferrus, who is conducting studies at the University of Utrecht, The Netherlands, on the subject of women, distdurbed by that fact. Diana, who had just left forever by his mother , very homesick at that moment. “If I just was so feel homesick for home, what about sarah? Surely he would more missed to his homeland,” said Diana. The rest of Sarah body for many – years used as ornament for tourists and should not be taken back to the homeland. Law at French set, all objects in the museums of France as the French state-owned, no matter where they come from.

 

 

 

 

 

Touched by the shadows of desire, in 1998, Diana wrote poetry in African languages. The poem was later translated into English becomes Tribute to Sarah Bartmann. in the poem, Diana promised to pick up and bring her into her her home.

 

 

 

 

He provides a bed, a house, even a trickle of water, mountains, and flowers that have been developed for the arrival of Venus from Hottenthot :

 

 

 

I have come to wrench you away

Away from the Pöcking eye of the man-made monsters

Who lives in the dark with his clutches of imperialism racist

Who dissect your body bit by bit

And declare Himself the ultimate God!

 

 

 

 

 

 

Fellow Diana, a sculptor, moved by the poem and then try to guess the face Sarrah by making sculptures. Courtesy of Diana Ferrus, photographs accompanied by rhyme Diana statue on display in the website. Through the Internet, the rhyme until presented to Senator Nicholas Abaut in France at 2001. His secretary contacted Diana, asking permission if the poem could be translated into French. Diana did not mind. With reinforced by the rhyme, Senator Nicholas Abaut French advanced into the Senate debate. he fight for sarah to return to her country.

 

 

 

 

 

“At the debate time took a place, at January 29, 2002, we were all praying, waiting with tense. When the debate ended with the victory, we cheer,” said Diana. it was incorporated into the legislation – laws issued by the French. “immediatly, I became a famous woman in South Africa,” Diana said with a laugh, she was a woman who is cheerful, lots of humor and energetic.

 

 

 

 

Thus, the rest of her body brought back to South Africa. He was buried in the Mount Gamtoos in the Eastern Cape Town on August 9, 2002. Tombstone decorated with small stones, as local tradition, because there are not grave decorated with flowers. “Now she has calmed down and I’m satisfied,” said Diana. The poet admitted she was trying to find funding so that every woman who wants to make pilgrimages to the grave of Sarah Bartmann to carry out his business for free, “the tomb’s location deep in the mountain, not all women will be able to achieve it. And Sarah has become something of a legend of liberation for us all, “Diana continued.

 

 

 

 

 

Sarah, who was nicknamed Venus Hottenthot it later became a legend. And Diana Ferrus is a living legend. he managed to prove that poetry can be a tremendous social force and managed to change the law in a country like France.

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Akan Kubawa Kau Pulang, Sarah

.

Pada tahun 1810, Sarah Bartman dari suku Hottenthot terbujuk untuk mengembara ke Inggris agar bisa menjadi seorang penyanyi.  perempuan usia 20 tahun dari Afrika Selatan itu di bawa oleh dua ” pelindungnya ” kesana. Tapi mereka pula yang mencampakkan dia ke Piccadily Circus sebagai barang tontonan. Sarah diikutsertakan sebagai makhluk aneh.  Empat tahun kemudian, wanita muda ini dijual kepada seorang pelatih binatang di Prancis.

 

Di Prancis, Sarah mengalami nasib yang sama buruknya. Entah ia hanya menjadi tontonan atau dipaksa melakukan perlakuan yang lebih hina, wanita yang rindu pulang itu meninggal pada tahun 1815. Jenazahnya tidak di kubur, tetapi diselamatkan oleh seorang ilmuan dalam masa Napoleon. Tulang – belulangnya diambil. Otak dan kelaminnya diawetkan dalam formalin.  Kemudian semua itu dipamerkan dalam museum kemanusiaan di Paris dengan label manusia setengah jadi alias manusia setengah binatang.

 

Seorang penyair dari Cape Town, South Africa, Diana Ferrus, yang sedang melakukan studi di Universitas Utrecht, Belanda, tentang masalah wanita, terusik oleh fakta itu. Diana, yang baru di tinggal selamanya oleh ibunya, amat rindu rumah pada saat itu. “Kalau aku saja begitu rindu kepada rumah, bagaimana dengan sarah ? Pastilah ia lebih kangen lagi kepada tanah airnya,” ujar Diana.

 

Sisa – sisa tubuh sarah selama bertahun – tahun dijadikan benda pajangan bagi para turis dan tidak boleh dibawa kembali ke tanah air. Undang – undang Prancis menetapkan, semua benda didalam museum Prancis adalah milik negara Prancis, tak peduli dari mana pun asalnya.

 

Terenyuh oleh bayang – bayang kerinduan itu, pada 1998 Diana menulis puisi dalam bahasa Afrika. Puisi itu kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Inggris menjadi Tribute to sarah Bartmann. dalam sajak itu Diana berjanji untuk menjemput dan membawa Sarah pulang.

 

Ia menyediakan tempat tidur, rumah, bahkan gemericik air, gunung, serta bunga – bunga yang sudah berkembang untuk kedatangan Venus dari Hottenthot itu :

 

I have come to wrench you away

Away from the pocking eye of the man-made monster

Who lives in the dark with his racist clutches of imperialism

Who dissect your body bit by bit

And declare himself the ultimate God !

Aku datang untuk merenggut Anda pergi

Jauh dari mata manusia yang membuat monster

yang tinggal dalam gelap dengan cengkeraman imperialisme rasisnya

yang membedah tubuh Anda sedikit demi sedikit

Dan menyatakan dirinya Tuhan tertinggi !

 

Rekan Diana, seorang pematung, tergerak oleh sajak itu lalu mencoba menduga wajah Sarrah dengan membuat patungnya.

 

Atas izin Diana Ferrus, foto patung disertai sajak Diana diatas ditayangkan di dalam website. Melalui Internet, sajak itu sampai kehadapan senator Prancis Nicholas Abaut pada tahun 2001.

 

Sekretarisnya menghubungi Diana, meminta izin apakah sajak itu bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis. Diana tak keberatan. Dengan diperkuat oleh sajak itu, Senator Nicholas Abaut maju kedalam perdebatan Senat Prancis. Dia memperjuangkan agar Sarah dikembalikan ke negerinya.

 

“Pada saat debat itu berlangsung, 29 Januari 2002, kami semua berdoa, menunggu dengan deg – degan. Ketika perdebatan berakhir berakhir dengan kemenangan, kami bersorak gembira,” tutur Diana. sajak  itu dimasukan kedalam undang – undang yang dikeluarkan oleh Prancis. “Kontan, aku menjadi wanita yang terkenal di Afrika Selatan, ” kata Diana sambil tertawa,ia memang seorang wanita yang ceria, banyak humor dan energetik.

 

Demikianlah, sisa tubuh Sarah diboyong kembali ke Afrika Selatan. Dia dikebumikan di atas Bukit Gamtoos di bagian Timur Cape Town pada 9 Agustus 2002. Nisannya di hiasi dengan batu-batu kecil sebagaimana tradisi setempat, karena di situ nisan tidak dihiasi dengan tanaman bunga. “Sekarang Sarah telah tenang kembali dan aku puas,” kata Diana. Penyair wanita ini mengaku sedang berusaha mencari dana agar setiap wanita yang ingin berziarah ke makam Sarah Bartmann dapat melaksanakan hajatnya dengan gratis, “Lokasi makam itu jauh di gunung, tak semua wanita akan mampu mencapainya. Padahal sarah sudah menjadi semacam legenda pembebasan buat kami semua,” Diana melanjutkan.

 

Sarah yang dijuluki Venus Hottenthot itu kemudian menjadi legenda. Dan Diana Ferrus adalah legenda yang hidup. ia berhasil membuktikan bahwa sajak dapat menjadi kekuatan sosial yang luar biasa dan berhasil mengubah undang-undang di sebuah negara seperti Prancis.

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Baju Game Arcade

HARGA CUMA  Rp 65.000 PLUS ONGKOS KIRIM
Permainan arkade
atau populer dengan sebutan Ding-Dong di Indonesia adalah salah satu genre permainan komputer. Ciri-ciri permainan arkade adalah mempunyai level yang singkat, kontrol yang mudah, karakter-karakter, serta tingkat kesulitan yang bertambah dengan cepat. Jenis permainan ini dirancang untuk memancing adrenalin pemain serta tidak membutuhkan jalan cerita yang bagus. Permainan ini kadang-kadang membutuhkan kelincahan dalam memegang kontrol dan membutuhkan waktu belajar yang relatif singkat. Sifat dari permainan arcade adalah real-time.

Maka dari itu , kalau anda pecinta Game Dan Tokoh Arcade ini bisa jadi bagian koleksi anda. sekalian menunjukan bahawa anda mencintai dunia Teknologi Informasi beserta software – softwarenya.

Ayo buktikan kecintaan anda. koleksi Kaos keren ini🙂

HARGA CUMA  Rp 65.000 PLUS ONGKOS KIRIM.

Jika Berminta Bisa Menghubungi Syarif di No. 0852 160 34 666  dan Email di syarif005ridwan@gmail.com … Ditunggu yah😀


Donkey Kong Kaos Hitam. Rp.65.000 + Ongkir🙂

Donkey Kong Kaos Coklat Rp.65.000 + Ongkir🙂

Kung Fu Kaos Abu Rp.65.000 + Ongkir🙂

Mario bros Kaos Oranye Rp.65.000 + ongkir🙂

Mario Bros Enemy Kaoas Krem Rp.65.000 + ongkir🙂

Megaman Kaos Hitam Rp.65.000 + ongkir🙂

Pacman Kaos Hijau Rp.65.000 + ongkir🙂

Pacman Kaos Hitam Rp.65.000 + ongkir🙂

Pacman Kaoas Hitam II Rp.65.000 + ongkir🙂

Puzzle Bubble Kaos Putih Rp.65.000 + ongkir🙂

Sonic Kaos Hitam Rp.65.000 + ongkir🙂

Zelda Kaos Hitam Rp.65.000 + ongkir🙂'



Categories: Uncategorized | Leave a comment

Blog at WordPress.com.