Kisah Perjalanan Nenek Moyang Manusia




Gen – gen orang – orang saat ini mengisahkan pengembaraan para leluhur kita.

Seorang anak onge (kiri) dan anak lain yang mirip dengannya, dari kepulauan Andaman di lepas pantai Myanmar, memiliki beberapa variasi genetis tertua yang ditemukan di luar Afrika  –  Bukti bahwa Homo sapiens atau manusia modern bergerak dari Afrika ke Timur selama 70.000 taun lalu, memunculkan wajah dan ras baru.



Setiap orang menyukai cerita bagus, dan inilah kisah terbesar yang pernah di tuturkan.   Awalnya adalah Afrika , dari sekelompok orang yang mencari makan di hutan, mungkin berjumlah beberapa ratus orang. Hingga berakhir sekitar 200.000 tahun kemudian dengan enam setengah miliar keturunannya yang menyebar di seluruh Bumi, hidup dalam damai atau perang,  yang percaya ribuan dewa dan yang tidak sama sekali,  ada yang masih ditemani cahaya api unggun,  ada pula yang akrab dengan pendaran cahaya layar computer.



Siapakah mereka yang menjadi orang – orang modern ( Homo Sapiens ) pertama ?  apa yang mendorong sekelompok dari mereka meninggalkan benua asalnya  sedikitnya 500.000 tahun silam dan berekpansi ke Eurasia, Asia dan Amerika ? apakah mereka kawin campur dengan para anggota keluarga manusia yang lebih dulu ada sepanjang perjalanan ?  Kapan dan bagaimana manusia pertama mencapai Indonesia ?



Ringkasnya, dari mana kita semua berasal ?   Bagaimana   kita ada di tempat ini sekarang?



Selama berpuluh – puluh tahun petunjuk satu – satunya adalah sedikit tulang belulang terpencar pencar dan artefak – artefak para leluhur kita yang di tinggalkan dalam pengembaraan mereka. Selama 20 tahun  terakhir para ilmuan telah menemukan sebuah catatan tentang migrasi – migrasi purba dalam DNA  orang- orang yang masih hidup. “Setiap tetes darah manusia berisi buku sejarah yang ditulis dalam bahasa genetika kita.”  Ujar Spencer Wells, pakar populasi dan kepala Genographic Project untuk National Geographic Society.



Kode- kode genetika manusia atau Genom, adalah 99,9 persen identik di seluruh dunia.    Selebihnya ialah DNA yang bertanggung jawab terhadap perbedaan individual kita, contohnya : warna mata atau resiko penyakit.



begitu pula sebagian DNA yang belum teridentifikasi sama sekali. Suatu ketika dalam perubahan genetika yang langka, mutasi acak dan tidak berbahaya dapat terjadi dalam salah satu DNA yang belum teridentifikasi ini, yang kemudian diwariskan ke semua keturunan orang itu. Pada generasi – generasi berikutnya ditemukan bahwa mutasi yang sama atau pemetaan dalam DNA dua orang, menunjukan bahwa mereka memiliki leluhur yang sama.



Pada sebagian besar genom, perubahan – perubahan dalam waktu singkat ini dikaburkan oleh penyusunan kembali genetika yang terjadi setiap kali DNA seorang ibu dan ayah berpadu untuk membuat anak. Untunglah Mutusi – mutasi ini yang memberi petunjuk terlindungi. Salah satunya disebut DNA mitokondrian (mtDNA) yang diteruskan utuh dari ibu ke anak. Dan sebagian kromosom Y, yang menentukan laki-laki berpindah utuh dari ayah ke anak laki – laki.



Mutasi yang diakumulasikan dalam mtDNA anda dan kromosom Y ( untuk laki – laki ) Anda hanyalah laksana dua benang dalam permadani luas orang- orang yang memberi kontribusi terhadap genom anda.



PadaPertengahan 1980 –an almarhum Alan Wilson dan rekan – rekan di University of California, Berkeley,  menggunakan mtDNA untuk mengidentifikasi tempat asal nenek moyang umat manusia. Mereka membandingkan mtDNA dari wanita – wanita di seluruh dunia dan menemukan bahwa wanita – wanita keturunan Afrika menunjukan keanekaragaman dua kali lebih banyak daripada kaum wanita lain. Karena mutasi – mutasi yang memberi petunjuk kelihatan muncul pada peringkat yang tetap, manusia – manusia modern tentunya pernah hidup di Afrika dua kali lebih lama dari pada di tempat lain. Para ilmuan sekarang memperkirakan bahwa  semua manusia yang hidup berhubungan dengan seorang wanita tunggal yang tinggal sekitar 150.000 tahun  lampau di Afrika atau “ Hawa mitokondrian.” Ia bukan satu satunya wanita yang hidup pada masa itu, tetapi jika para pakar genetika benar, semua umat manusia  terkait dengan Hawa melalui rantai para ibu yang tidak terpatahkan.



Hawa mitokondria segera bergabung dengan “Adam kromosom Y.” seorang ayah yang sama fungsinya bagi kita semua, juga dari Afrika. Studi – studi DNA yang secara meningkat menjadi lebih  baik telah menegaskan bagian pembukaan cerita kita ini lagi dan lagi : semua bentuk dan warna kulit yang bervariasi dari orang orang di Bumi mengikuti jejak  garis keturunan mereka yakni orang – orang Afrika yang mencari makanan dari hutan.



Melihat lebih dekat pemetaan DNA di Afrika, para ilmuwan mungkin telah mendapatkan jejak – jejak populasi – populasi yang ditemukan tersebut. Pemetaan – pemetaan DNA nenek moyang ditemukan paling sering di antara orang – orang San dari Afrika bagian tengah, demikian juga pada beberapa suku Afrika Timur. Orang – orang San dan dua suku Afrika Timur juga berbicara bahasa – bahasa yang menampilkan sebuah daftar suara suara unik, termasuk konsonan klik.   Barangkali orang – orang yang tersebar luas ini menjadi saksi terhadap ekspansi para leluhur kita terdahulu di alam  Afrika, laksana riak – riak air yang terhambur dari batu kerikil yang dijatuhkan ke sebuah kolam.



 APA YANG TERLIHAT NYATA sekarang adalah, ketika secara mengagumkan – mungkin 50.000 hingga 70.000 tahun silam , suatu gelombang kecil dari Afrika menuju pantai – pantai Asia bagian barat. Semua orang non- Afrika saat  ini memiliki pemetaan yang dibawa oleh emigran pertama itu, yang mungkin hanya berjumlah seribu orang.

Berwarna warni sedari Mula



Keanekaragaman genetika yang paling luas ada di Afrika (titik warna – warni pada peta) menunjukan Afrika sebagai tempat tinggal paling awal manusia modern. Hanya segelintir dari keanekaragaman itu yang keluar dari Afrika  (tengah),  dan bermukim di daratan lain (kanan). “ Susunan genetika seluruh dunia merupakan bagian dari Afrika,” ujar Kenneth Kidd, pakar genetika





Beberapa Arkeolog manganggap migrasi keluar Afrika manandai sebuah revolusi dalam perilaku yang juga mencakup alat – alat lebih canggih, jaringan sosial lebih luas, dan seni serta hiasan tubuh yang pertama. Barangkali beberapa macam mutasi neurologis telah mengantar munculnya bahasa lisan dan membuat para leluhur kita sangat modern, menempatkan sekelompok kecil dari mereka pada jalur penjelajahan dunia. Tetapi ilmuwan lain menilai, alat – alat yang ditempa dengan halus dan jejak – jejak perilaku modern lain tersebar di beberapa tempat berbeda di Afrika, jauh sebelum langkah pertama keluar benua itu. “ ini bukan ‘revolusi’ jika makan waktu 200.000 tahun , “ kata Alison Brooks dari George Washington University.



Apapun alat dan keterampilan kognotif yang dibawa para emigrant,  dua jalur tersedia menuju Asia. Yang satu mengarah ke atas Lembah Sungai Nil , melintasi semenanjung lalu keutara menuju Levant.



Namun jalur yang satunya juga mengundang untuk di jelajah. Tujuh puluh ribu tahun silam Bumi memasuki zaman es terakhir. Dan permukaan laut menjadi lebih rendah ketika air tertahan dalam gletser.



Pada bagian tersempit, muara Laut merah diantara tanduk Afrika dan Arabia akan berjarak beberapa kilometer. Menggunakan perahu primitif,  manusia modern dapat menyeberang laut untuk pertama kalinya.



Setelah berada di Asia, bukti genetis memperkirakan populasi terpecah. Satu kelompok tinggal sementara di Timur Tengah, sementara kelompok lain menyusuri pantai sekitar Semenanjung Arab, India, dan lebih jauh. Setiap generasi mungkin hanya bergerak lebih jauh beberapa kilometer.



Para pengembara telah mencapai Australia barat daya 45.000 tahun lalu, ketika seorang pria dimakamkan di sebuah lokasi yang disebut Lake Mungo.  Artefak yang tertutup bagian tanah di bawah  kuburan mungkin setua  50.000 tahun. bukti paling awal manusia modern yang berada jauh dari Afrika.



Tidak ada jejak fisik yang di tinggalkan sepanjang sekitar 13.000 kilometer dari Afrika ke Australia .  semua mungkin sudah lenyap saat air laut naik sesudah Zaman Es . namun jejak genetika berlangsung terus.  Beberapa kelompok pribumi pada kepulauan Andaman dekat Myanmar, di Malaysia dan di Papua Nugini, – begitu pula hampir semua orang Aborogin Australia – memiliki tanda garis keturunan mitokondria purba, sebuah jejak remah – remah roti genetika yang dijatuhkan emigrant terdahulu.



Orang – orang di seluruh Asia dan Eropa memiliki garis keturunan berbeda tetapi mtDNA dan kromosom Y purba yang setara. Akhirnya, barangkali 40.000 tahun silam, manusia modern bergerak menuju wilayah orang- orang Neandertal*. Penggalian arkeologis Neandertal dan artefak – artefak manusia modern di sebuah gua di Prancis menunjukan bahwa dua macam manusia itu telah bertemu.





Yang kita ketahui, manusia modern membuat alat – alat yang lebih canggih dan menyebar ke Eropa, dan membatasi pergerakan orang Neandertal , yang terus menerus tenggelam sehingga punah.

D

an para Ilmuwan telah lama memikirkan dan menyatakan bahwa manusia – manusia modern berasal dari Afrika karena disanalah mereka menemukan tulang tertua. Para pakar genetika sampai pada kesimpulan yang sama dengan melihat keanekaragaman genetis luas di Afrika, yang hanya dapat dimunculkan ketika DNA bermutasi sepanjang milenium



Sebagian besar paleoantropolog dan pakar genetika sepakat, manusia modern muncul 200.000 tahun lalu di Afrika.  Fosil pertama ditemukan di Omo kibish, Ethiopia dan situs arkeologis di isreal menyimpan bukti paling awal.



paleoantropolog ( adalah studi manusia purba seperti yang ditemukan dalam bukti hominid fosil seperti tulang petrifacted  ( perubahan menjadi batu )  dan jejak kaki )

 

 



Data genetis menunjukan bahwa sekelompok kecil manusia modern meninggalkan Benua Afrika pada 70.000 hingga 50.000 tahun silam dan akhirnya mereka menggantikan semua jenis manusia terdahulu, seperti orang Neandertal.



Temuan dari Malakunanja dan fosil di Lake Mungo – menunjukan manusia modern mengikuti rute pantai sepanjang Asia selatan dan mencapai Australi 50.000 tahun lalu. Keturunan mereka, Ras Aborogin, tetap terisolasi secara genetis sampai sekarang.



Para paleoantropolog menyatakan bahwa penduduk Eropa datang dari Afrika Utara via Levant. Namun data genetis  menunjukan, orang Eurasia bagian barat mirip dengan orang di india. Migrasi dari Asia mungkin masuk sekitar 40.000 – 30.000 tahun silam.



Sekitar 40.000 tahun lalu,  manusia bergerak menuju Asia Tengah dan tiba di stepa di utara Himalaya. Pada saat yang sama, mereka pergi melalui Asia Tenggara dan Cina, dan tiba di Jepang dan Siberia. Data genetis menunjukan, mereka bermigrasi ke Amerika.



Belum disepakati, kapan tepatnya orang orang Indian pertama tiba di Amerika. Bukti genetis menunjukan, antara 20.000 – 15.000 tahun silam, ketika air laut rendah dan daratan menghubungkan Siberia ke Alaska. demi menghindari es, mereka lalu pindah ke pantai barat.



Selama berpuluh – puluh tahun diyakini, orang Indian Amerika pertama di perkirakan telah datang sekitar 13.000 tahun silam saat Zaman Es reda, membuka jalan melalui es yang menutupi Canada. Sejauh ini, bukti genetika tidak menjelaskan apakah Amerika Utara dan Selatan didiami melalui sebuah migrasi awal dan tunggal atau dua atau tiga gelombang migrasi berbeda, dan bukti genetika hanya memperkirakan cakupan kasar waktu, antara 20.000 hingga 15.000 tahun silam.



Dengan bermukimnya orang – orang pribumi Amerika, manusia – manusia modern telah menaklukan sebagian besar planet Bumi. Ketika para penjelajah memulai pelayaran  ratusan tahun silam, daratan – daratan yang mereka “temukan” sudah penuh orang. Perjumpaan – perjumpaan seringkali diwarnai kecurigaan atau kekerasan. Namun perjumpaan – perjumpaan itu sebenarnya reuni  keluarga yang berhubungan erat.

 

 



Penemuan – penemuan yang sudah di paparkan diatas belum tentu yang paling benar. Bisa jadi kedepannya akan ada revisi dan perubahan – perubahan seiring perkembangan  dalam ilmu pengetahuan. Hal ini sejalan dengan penjelasan dari Prof Dr. Quraisyihab bahwa sifat ilmu itu bergerak Berkembang. Jika dia stagnan maka itu bukan sifat dari ilmu.



Memahami Sejarah Lewat Sebuah Kromosom



Mutasi genetis bertindak sebagai peta untuk melacak pengembaraan.  Mutasi pertama yang diketahui keluar Afrika ialah M168, yang muncul 50.000 tahun lalu. Gambar ini memperlihatkan kromosom Y pria pribumi Amerika dengan berbagai mutasi M168, membuktikan keturunan Afrika.





Tujuan di ciptakan manusia dan tidak ada sebab lain :



51/56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.



2/30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Sumber : National Geographic, Wikipdia, Holy Quran.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: